III. Soal Uraian (Review)
Topic : Sistem
Pendukung Keputusan Dalam Menentukan Harga Jual Produk
Manager Dalam Menentukan Harga Jual Produk
Harga Jual Pokok Sehingga
Dapat Mengurangi Kerugian Perusahaan Yang
Disebabkan
Kesalahan Dalam Memberikan Harga Jual
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN
HARGA JUAL PRODUK
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Teknologi diciptakan untuk membantu manusia
dalam pekerjaannya. Perkembangan teknologi di era globalisasi sekarang ini
memberikan banyak manfaat dan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam
bidang bisnis, suatu perusahaan dapat menggunakan teknologi untuk memberikan
informasi kepada pelanggan ataupun mendapatkan informasi tentang para
pesaingannya. Sehingga perusahaan dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi
yang ada. Informasi merupakan kunci dari perusahaan untuk terus meningkatkan
manajemen perusahaan.
Persaingan bisnis yang ketat dan kemajuan
bidang teknologi menyebabkan perusahaan harus dapat bersaing dalam hal
efisiensi dan teknologi. Pengunaan teknologi yang tepat merupakan salah satu
cara untuk memenangkan persaingan, penggunaan teknologi yang tepat juga akan memberikan dampak yang baik terhadap
kemajuan perusahaan. Dalam proses penjualan setiap produk hasil produksi
pesanan memiliki kekhasan tersendiri terhadap penanganan masing-masing produk.
Produk-produk yang dipesan oleh pelanggan memiliki ciri khasnya sendiri untuk
membedakan dengan produk pesanan pelanggan lain. Penentuan harga yang terlalu
rendah ataupun terlalu tinggi akan mempengaruhi kinerja perusahaan.
Oleh sebab itu, perusahaan harus memiliki
kriteria sendiri dalam menentukan harga penjualan agar harga yang ditentukan dapat
bersaing secara kompetitif dengan pesaing. Harga yang ditentukan harus dapat
menekan biaya bahan baku yang dikeluarkan sehingga dapat memberikan harga yang
kompetitif dengan kualitas produk yang lebih baik. Analisa terhadap pembelian
bahan baku dan pemilihan supplier yang tepat dapat memangkas biaya produksi,
sehingga seorang manager dari perusahaan dapat memutuskan harga yang
kompetitif. Pemanfaatan teknologi dengan memakai sebuah aplikasi computer
sangat dibutuhkan untuk menunjang segala aktifitas penjualan pada suatu
perusahaan. Factor penentu keberhasilan dalam kegiatan bisnis adalah kecepatan
dan ketepatan untuk menerima dan mengolah data menjadi sebuah informasi.
Penentuan pengambilan keputusan adalah bentuk
pemilihan dari berbagai kriteria yang dipilih melalui tahapan tertentu. Dari
proses tersebut diharapkan perusahaan dapat memberikan hasil keputusan yang
baik. Penggunaan system pendukung keputusan merupakan salah satu pilihan yang
dapat digunakan untuk membantu memberian keputusan dengan menghasilkan
keputusan dengan cepat, tepat dan akurat. Dengan adanya system yang membantu
menentukan harga jual produk berbasis computer maka akan sangat membatu
perusahaan dalam menentukan harga jual.
1.2 Identifikasi
Masalah
Dalam proses pengambilan keputusan dengn
System Pengambilan Keputusan terdapat beberapa permasalah, antara lain
disebutkan dalam perincian sebagai berikut.
a. System yang dibuat harus dapat memperbaiki informasi
yang diberikan oleh system yang lama.
b. Diperlukan system untuk mengkualifikasi supplier.
1.3 Tujuan
Penelitian
Tujuan
dari penelitian ini adalah :
a. Menentukan harga jual yang kompetitif agar dapat
bersaing dengan perusahaan yang lain dengan kualitas produk dan pelayanan yang
lebih baik.
b. Penentuan supplier dan harga jual yang lebih teliti
untuk mengurangi kesalahan dalam penentuan harga jual.
1.4 Batasan
Masalah
a. System yang dibuat terbatas untuk single-user.
b. Penentuan harga jual berdasarkan Harga Pokok Penjualan.
1.5 Manfaat
Penelitian
Untuk
memberikan kemudahan pada perusahaan dalam menentukan harga jual agar tidak
terlalu tinggi ataupun rendah yang mengakibatkan kerugian pada perusahaan, yang
disebabkan kesalahan dalam menentukan nilai harga jual.
BAB II
KERANGKA TEORI
2.1 Deskripsi
Teori
2.1.1 Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision
Support System (DSS) adalah sebuah system mampu memberikan kemampuan pemecahan
masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi
terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu
pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak
terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan
seharusnya dibuat (Turban, 2001).
SPK memiliki tujuan untuk membantu membuat
keputusan dalam memecahkan masalah semi struktur, mendukung penilaian bukan
untuk menggantikan, meningkatkan effektifitas pengambilan keputusan daripada
efisiensinya. SPK dapat memperluas dukungan manajer dalam pemecahan masalah,
karena SPK disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan khusus manajer.
Sprague dan Watson mendefinisikan Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama
yaitu (Sprague et.al, 1993):
1. Sistem yang berbasis komputer.
2. Dipergunakan untuk membantu para pengambil
keputusan.
3. Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang
mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual.
4. Melalui cara simulasi yang interaktif.
5. Dimana data dan model analisis sebaai
komponen utama.
2.1.2 Harga Pokok Produksi
Harga
pokok produksi adalah
biaya yang terjadi dalam
rangka untuk menghasilkan barang jadi
(produk) dalam perusahaan manufaktur (Muhadi,2001:10). Penentuan Harga Pokok Produksi merupakan
unsur biaya produksi terhadap suatu
produk yang dihasilkan dari suatu
proses produksi.
HPP : BBBU + BTKL + BOP
Keterangan :
HPP :
Harga Pokok Produksi
BBBU : Biaya Bahan Baku Utama
BTKL : Biaya Tenaga Kerja Langsung
BOP :
Biaya Overhead Pabrik
a. Biaya Bahan Baku Utama
Biaya bahan baku adalah biaya untuk mendapatkan
bahan-bahan utama yang akan digunakan dalam proses pembuatan produk.
b. Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja adalah biaya untuk tenaga
kerja yang menangni secara langsung proses produksi untuk pembuatan produk.
c. Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik adalah biaya-biaya tak
terduga untuk memenuhi proses produksi diluar biaya bahan baku dan tenaga
kerja.
2.2 Kerangka
Berfikir
System
Pendukung Keputusan (SPK) adalah sebuah system yang diciptakan untuk membantu
para manager dalam menentukan keputusan dari sebuah masalah perusahaan. Pemanfaatan
SPK dalam perusahaan bukan untuk menggantikan keputusan seorang manager,
melainkan untuk membantu manager dalam memberikan keputusan yang lebih baik
secara cepat, tepat dan akurat.
BAB
III
METODE
PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Untuk
mendapatkan data penelitian digunakan metode :
a. Observasi
Melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti.
b. Studi kepustakaan
Menggunakan referensi dari buku-buku yang terkait dengan penelitian.
3.2 Pengendalian Variable
Berdasarkan
identifikasi masalah yang dikemukakan, maka variable yang akan ditelitidalam
penelitian ini adalah :
a. Variable independen (variable bebas) adalah
factor yang mempengaruhi variable terikat.
Variable bebas dalam hal ini adalah
system pendukung keputusan.
b. Variable dependen (variable terikat) adalah
variable yang dipengaruhi oleh variable
independen. Dalam hal ini variable dependen
adalah hasil keputusan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1
Deskripsi Data
4.2
Pengujian Data
4.3
Hasil Pengujian
BAB V
KESIMPULAN DAN
SARAN
5.1
Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari
perancangan system pendukung keputusan ini adalah penerapan sistem
ini untuk menghasilkan informasi
harga pokok produksi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk penetapan kebijakan harga jual produk, sehingga
dapat membantu memudahkan manager dalam menentukan keputusan.
5.2
Saran
Untuk
pengembangan perancangan ini dapat dikembangkan dengan metode harga proses
dimana produksi dapat berjalan terus menerus dan bersifat mass product.
DAFTAR PUSTAKA
http://riantinuri.blogspot.com/2013/03/teknologi.html
http://www.readersdigest.co.id/uang/investasi.dan.bisnis/menang.dalam.persaingan.bisnis/004/001/79
http://www.kajianpustaka.com/2013/09/sistem-pendukung-keputusan-spk.html
II. Pertanyaan paragraph
(1) Depperindag menilai bahwa upaya memulihkan kinerja ekspor non-migas perlu ditingkatkan. (2) Untuk mencapai upaya tersebut, depperindag merencanakan peningkatan ekspor nonmigas nasional sebesar 15% sehingga mencapai $44,54 miliar pada tahun 2000. (3) Sehubungan dengan hal itu, Direktur Jendral Kerja sama dengan Lembaga Perindustrian dan Perdagangan (KLIPI) depperindag telah mengadakan pertemuan koordinasi dengan para atase perindustrian dan perdagangan (atpperindag) sekawasan Eropa di Brussels 13-15 Maret 2000. (4) Pertemuan ini dimaksudkan untuk menjelaskan visi dan strategi peningkatan akses pasar serta mengamankan kebijakan pemerintah dibidang perindustrian dan perdagangan. (5) Disamping itu, upaya tersebut juga merumuskan langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan kinerja ekspor berdasarkan fakta dilapangan.
- Bacaan diatas berupa laporan : (B) “Kuantitatif “.
- Laporan tersebut disusun secara : (B) “Deduktif “.
- Laporan diatas berisi : (A) “kegiatan”.
- Bahasa laporan tersebut : (A) “efektif”.
- Pendekatan pembahasan diatas menggunakan pendekatan : (A) “komunikatif”.
I.cSoal pilihan ganda
- Ragam dari bahasa bacaan diatas adalah ragam : (A) “ tulis ilmiah”.
- Topik dari bacaan diatas adalah : (D)“ pengujian sample besar dan sampel kecil”.
- Pada kalimat ke dua menyatakan tentang : (A) “perbedaan sample besar dan sample kecil”.
- Kata Sample itu lebih baik ditulis seperti : (C) “ sampel”.
- Sampel-sampel kecil pada kalimat “Berarti,sampel-sample kecil kesimpulanya tidak dapat dijamin” merupakan : (C) ”subjek”.
- Yang bukan merupakan syarat yang baik daam membuat topik adalah : (C) “cukup luas”.
- Topik yang baik bagi studi akuntansi adalah : (B) “Analisis fungsi prakiraan bisnis terhadap kinerja keuangan”.
- Kalimat tesis yang baik misalnya : (B) “penggunaan program komputer yang dirancang secara tepat akan berpengaruh secara positif terhadap pengalaman sistem kerja”.
- Yang bukan merupakan kalimat tesis yang baik yang memenuhi syarat adalah : (D) “menggunakan kata konotasi”.
- Contoh perumusan masalah karangan ilmiah yang menuntut adanya analisis adalah : (C) “Adakah hubungan sistem kerja terhadap efisiensi produksi ?”.
- Kata yang mengunakan tujuan penelitian adalah (A) “membuktikan”.
Tugas Mandiri
1. Hakikat
perencanaan karangan
Ø Proses kreatif
yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu :
- Tahap persiapan
yaitu mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan arah dan fokus
penulisan, mengamati objek yang akan di tulis dan memperkaya pengalaman
kognitif untguk proses selanjutnya.
- Tahap inkubasi
(pendaadaran) yaitu proses logis dengan memanfaatkan seluruh informasi yang
dikumpulkan dari sebab ke akibat atau dari tesis-antesis dampai dengan
sintetis.
Ø Menentukan jenis
karangan
Menentukan
jenis karangan yaitu merupakan perencanaan karangan ilmiah pada tahap awal
yaitu menentukan jenis karangan yang akan ditulis.
Ø Perencanaan
karangan
Perencanaan
karangan ilmiah adalah proses awal mengarang sampai dengan penulisan akhir.
2. Mengarang
merupakan proses kreatif yang berasal dari menulis dengan melalui berbagai
tahapan
guna mencapai suatu hasil karya tulis yang menghendaki adanya pemikiran
dengan
kesungguhan, penuh semangat dan serius sehingga dapat menghasilkan
kreativitas yang terus
mengalir.
3. Karangan ilmiah
memiliki beberapa jenis sebagai berikut :
- Makalah
- Artikel Jurnal
- Proposal
- Laporan Ilmiah
4. Tahapan atau
prose penyusunan karangan adalah sebagai berikut :
a. Merumuskan topic
menjadi rumusan masalah, tujuan dan kalimat tesis
b. Menyusun rincian
kalimat tesis menjasi kerangka kasar atau regangan yang terdiri dari
pendahuluan dan bahasan utama, masing-masing disertai judul bab.
c. Merinci kerangka
kasar(ragangan) menjadi karangan sempurna dengan merinci bab menjadi subbab dan
merinci subbab menjadi sub-sub judul yang lebih kecil serta tambahan unsur pembuka dan unsur penutup.
5. Syarat-syarat
kelayakan sebuah topic yang baik adalah sebagai berikut :
a. Topic yang baik
bagi penulis
b. Topic yang baik
bagi pembaca
6. Perbedaan antara
topic dan jdul adalah
Ø Topic adalah ide
sentral yang berfungsi mengikat keseluruhan uraian, deskripsi, penjelasan, dan
seluruh pembuktian.
Ø Judul karangan
adalah nama atau titel dari sebuah karangan yang sudah mempunya topik yang
sesuai dan jelas.
7. Syarat- syarat
sebuah kalimat tesis yang baik adalah :
a. Berisi gabungan
rumusan topik dan tujuan
b. Penekanan topik
sebagai suatu pengungkapan pikiran
c. Pembatasan dan ketetpan rumusan
d. Berupa kalimat
lengkap terhadap subjek dan predikat (objek)
e. Menggunakan kata
khusus dan denotatif (lugas)
f. Berupa
pernyataan positif
g. Dapat
mengarahkan, mengembangkan, dan mengendalikan penulisan
h. Dapat diukur dan
dibuktikan kebenarannya
8. Lengkapilah kalimat tesis dibawah ini.
1) Topic : kreatifitas baru
produksi pangan dari singkong.
Tujuan :
membuktikan bahwa bahan baku singkong dapat diolah dalam berbagai
jenis pangan
yang dapat dijadikan komoditas ekspor.
Tesis :
Pemanfaatan singkong untuk pembuatan berbagai macam jenis pangan
dapat
dijadikan sebagai komoditas baru.
2) Tesis : Efisiensi sumber daya ekonomi akan menghasilkan produk sepatu
yang
tangguh berdaya
saing tinggi di pasar international.
Tujuan : Membuktikan bahwa efisiensi Sumber Daya Ekonomi dapat menghasilkan
produk yang dapat bersaing di pasar internasional.
Topic : Pengaruh efisiensi Sumber Daya Ekonomi terhadap produk yang
dihasilkan
9. Buatkanlah topik yang kreatif dan inovatif sesuai dengan bidang studi
anda, rumuskan topik
tersebut menjadi tujuan dan kalimat tesis.
Topic : Sistem
Pendukung Keputusan Dalam Menentukan Harga Jual Produk
Tujuan : Membuktikan Bahwa Sistem Pendukung Keputusan Dapat
Membantu Seorang
Manager Dalam Menentukan
Harga Jual Produk
Tesis : Penggunaan
Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Dapat Membantu
Menentukan Harga Jual Pokok Sehingga
Dapat Mengurangi Kerugian Perusahaan
Yang Disebabkan
Kesalahan Dalam Memberikan Harga Jual
10. Pilihlah topik terbaik anda dan buatkanlah kerangka karangan(pilih satu :
rencana skripsi atau
makalah yang lengkap dan sempurna).
Topic : Sistem
Pendukung Keputusan Dalam Menentukan Harga Jual Produk
i. Halaman Sampul
ii. Lembar Pengesahan
iii. Lembar Bebas Plagiat
iv. Halaman Persetujuan
v. Kata Pengantar
vi. Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Identifikasi Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Pembatasan Masalah
1.5 Manfaat Penelitian
BAB II Kerangka Teori
2.1 Deskripsi Teori
2.2 Kerangka Berfikir
2.3 Rumusan Hipotesis
BAB III Metode Penelitian
BAB IV Hasil Penelitian
BAB V Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan
5.2 Kritik dan Saran
BAB VI Daftar Pustaka
BAB VII Lampiran
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Identifikasi Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Pembatasan Masalah
1.5 Manfaat Penelitian
BAB II Kerangka Teori
2.1 Deskripsi Teori
2.2 Kerangka Berfikir
2.3 Rumusan Hipotesis
BAB III Metode Penelitian
BAB IV Hasil Penelitian
BAB V Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan
5.2 Kritik dan Saran
BAB VI Daftar Pustaka
BAB VII Lampiran
11. Berdasarkan jawaban nomor 6, tulislah pendahuluan yang lengkap.
Gunakan ejaan yang baku,
catatan kaki [ibid,opcit, dan loc.cit], yang
benar, diksi yang tepat, kalimat yang efektif, paragraf
yang baik,
penalaran yang logis dan disertai bibliografi sekurang-kurangnya lima
sumber.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN
HARGA JUAL PRODUK
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Teknologi diciptakan untuk membantu manusia
dalam pekerjaannya. Perkembangan teknologi di era globalisasi sekarang ini
memberikan banyak manfaat dan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam
bidang bisnis, suatu perusahaan dapat menggunakan teknologi untuk memberikan
informasi kepada pelanggan ataupun mendapatkan informasi tentang para
pesaingannya. Sehingga perusahaan dituntut untuk dapat memanfaatkan teknologi
yang ada. Informasi merupakan kunci dari perusahaan untuk terus meningkatkan
manajemen perusahaan.
Persaingan bisnis yang ketat dan kemajuan
bidang teknologi menyebabkan perusahaan harus dapat bersaing dalam hal
efisiensi dan teknologi. Pengunaan teknologi yang tepat merupakan salah satu
cara untuk memenangkan persaingan, penggunaan teknologi yang tepat juga akan memberikan dampak yang baik terhadap
kemajuan perusahaan. Dalam proses penjualan setiap produk hasil produksi
pesanan memiliki kekhasan tersendiri terhadap penanganan masing-masing produk.
Produk-produk yang dipesan oleh pelanggan memiliki ciri khasnya sendiri untuk
membedakan dengan produk pesanan pelanggan lain. Penentuan harga yang terlalu
rendah ataupun terlalu tinggi akan mempengaruhi kinerja perusahaan.
Oleh sebab itu, perusahaan harus memiliki
kriteria sendiri dalam menentukan harga penjualan agar harga yang ditentukan dapat
bersaing secara kompetitif dengan pesaing. Harga yang ditentukan harus dapat
menekan biaya bahan baku yang dikeluarkan sehingga dapat memberikan harga yang
kompetitif dengan kualitas produk yang lebih baik. Analisa terhadap pembelian
bahan baku dan pemilihan supplier yang tepat dapat memangkas biaya produksi,
sehingga seorang manager dari perusahaan dapat memutuskan harga yang
kompetitif. Pemanfaatan teknologi dengan memakai sebuah aplikasi computer
sangat dibutuhkan untuk menunjang segala aktifitas penjualan pada suatu
perusahaan. Factor penentu keberhasilan dalam kegiatan bisnis adalah kecepatan
dan ketepatan untuk menerima dan mengolah data menjadi sebuah informasi.
Penentuan pengambilan keputusan adalah bentuk
pemilihan dari berbagai kriteria yang dipilih melalui tahapan tertentu. Dari
proses tersebut diharapkan perusahaan dapat memberikan hasil keputusan yang
baik. Penggunaan system pendukung keputusan merupakan salah satu pilihan yang
dapat digunakan untuk membantu memberian keputusan dengan menghasilkan
keputusan dengan cepat, tepat dan akurat. Dengan adanya system yang membantu
menentukan harga jual produk berbasis computer maka akan sangat membatu
perusahaan dalam menentukan harga jual.
1.2 Identifikasi
Masalah
Dalam proses pengambilan keputusan dengn
System Pengambilan Keputusan terdapat beberapa permasalah, antara lain
disebutkan dalam perincian sebagai berikut.
a. System yang dibuat harus dapat memperbaiki informasi
yang diberikan oleh system yang lama.
b.
Diperlukan system untuk mengkualifikasi supplier.
1.3 Tujuan
Penelitian
Tujuan
dari penelitian ini adalah :
a. Menentukan harga jual yang kompetitif agar dapat
bersaing dengan perusahaan yang lain dengan kualitas produk dan pelayanan yang
lebih baik.
b. Penentuan supplier dan harga jual yang lebih teliti
untuk mengurangi kesalahan dalam penentuan harga jual.
1.4 Batasan
Masalah
a.
System yang dibuat terbatas untuk single-user.
b.
Penentuan harga jual berdasarkan Harga Pokok Penjualan.
1.5 Manfaat
Penelitian
Untuk
memberikan kemudahan pada perusahaan dalam menentukan harga jual agar tidak
terlalu tinggi ataupun rendah yang mengakibatkan kerugian pada perusahaan, yang
disebabkan kesalahan dalam menentukan nilai harga jual.
BAB II
KERANGKA TEORI
2.1 Deskripsi
Teori
2.1.1 Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision
Support System (DSS) adalah sebuah system mampu memberikan kemampuan pemecahan
masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi
terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu
pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak
terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan
seharusnya dibuat (Turban, 2001).
SPK memiliki tujuan untuk membantu membuat
keputusan dalam memecahkan masalah semi struktur, mendukung penilaian bukan
untuk menggantikan, meningkatkan effektifitas pengambilan keputusan daripada
efisiensinya. SPK dapat memperluas dukungan manajer dalam pemecahan masalah,
karena SPK disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan khusus manajer.
Sprague dan Watson mendefinisikan Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama
yaitu (Sprague et.al, 1993):
1. Sistem yang berbasis komputer.
2. Dipergunakan untuk membantu para pengambil
keputusan.
3. Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang
mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual.
4. Melalui cara simulasi yang interaktif.
5. Dimana data dan model analisis sebaai
komponen utama.
2.1.2 Harga Pokok Produksi
Harga
pokok produksi adalah
biaya yang terjadi dalam
rangka untuk menghasilkan barang jadi
(produk) dalam perusahaan manufaktur (Muhadi,2001:10). Penentuan Harga Pokok Produksi merupakan
unsur biaya produksi terhadap suatu
produk yang dihasilkan dari suatu
proses produksi.
HPP : BBBU + BTKL + BOP
Keterangan :
HPP :
Harga Pokok Produksi
BBBU : Biaya Bahan Baku Utama
BTKL : Biaya Tenaga Kerja Langsung
BOP :
Biaya Overhead Pabrik
a. Biaya Bahan Baku Utama
Biaya bahan baku adalah biaya untuk mendapatkan
bahan-bahan utama yang akan digunakan dalam proses pembuatan produk.
b. Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja adalah biaya untuk tenaga
kerja yang menangni secara langsung proses produksi untuk pembuatan produk.
c. Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik adalah biaya-biaya tak
terduga untuk memenuhi proses produksi diluar biaya bahan baku dan tenaga
kerja.
2.2 Kerangka
Berfikir
System
Pendukung Keputusan (SPK) adalah sebuah system yang diciptakan untuk membantu
para manager dalam menentukan keputusan dari sebuah masalah perusahaan. Pemanfaatan
SPK dalam perusahaan bukan untuk menggantikan keputusan seorang manager,
melainkan untuk membantu manager dalam memberikan keputusan yang lebih baik
secara cepat, tepat dan akurat.
BAB
III
METODE
PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Untuk
mendapatkan data penelitian digunakan metode :
a. Observasi
Melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti.
b. Studi kepustakaan
Menggunakan referensi dari buku-buku yang terkait dengan penelitian.
3.2 Pengendalian Variable
Berdasarkan
identifikasi masalah yang dikemukakan, maka variable yang akan ditelitidalam
penelitian ini adalah :
a. Variable independen (variable bebas) adalah
factor yang mempengaruhi variable terikat.
Variable bebas dalam hal ini adalah
system pendukung keputusan.
b. Variable dependen (variable terikat) adalah
variable yang dipengaruhi oleh variable
independen. Dalam hal ini variable dependen
adalah hasil keputusan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1
Deskripsi Data
4.2
Pengujian Data
4.3
Hasil Pengujian
BAB V
KESIMPULAN DAN
SARAN
5.1
Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari
perancangan system pendukung keputusan ini adalah penerapan sistem
ini untuk menghasilkan informasi
harga pokok produksi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk penetapan kebijakan harga jual produk, sehingga
dapat membantu memudahkan manager dalam menentukan keputusan.
5.2
Saran
Untuk
pengembangan perancangan ini dapat dikembangkan dengan metode harga proses
dimana produksi dapat berjalan terus menerus dan bersifat mass product.
http://riantinuri.blogspot.com/2013/03/teknologi.html
http://www.readersdigest.co.id/uang/investasi.dan.bisnis/menang.dalam.persaingan.bisnis/004/001/79
http://www.kajianpustaka.com/2013/09/sistem-pendukung-keputusan-spk.html
http://akhmadarief.blogspot.com/2013/11/harga-pokok-produksi_5833.html
DAFTAR PUSTAKA
http://riantinuri.blogspot.com/2013/03/teknologi.html
http://www.readersdigest.co.id/uang/investasi.dan.bisnis/menang.dalam.persaingan.bisnis/004/001/79
http://www.kajianpustaka.com/2013/09/sistem-pendukung-keputusan-spk.html
http://akhmadarief.blogspot.com/2013/11/harga-pokok-produksi_5833.html
th comment
ReplyDelete