Salah satu dasar negara Indonesia adalah Pancasila, isi dari point pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam UUD 1945  Pasal 28E ayat (1) yang menyatakan, ”Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya….” dan Pasal 28E ayat (2) berbunyi, ”Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran, dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.” Selain itu, kebebasan beragama juga diatur dalam Pasal 29 ayat (2) bahwa, ”Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Agama adalah sebuah kepercayaan, dimana seorang individu mempercayai adanya Tuhan, dan segala sesuatunya adalah Tuhan yang memberikan. Setiap individu tidak boleh memaksakan kepercayaannya terhadap yang lain.

Indonesia memiliki 6 Agama yang diakui oleh pemerintah yaitu : Islam, Kristen Khatolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Karena itulah dibuatnya peraturan – peraturan mengenai Agama, yang dituangkan dalam UUD 1945 dan peraturan pemerintah lainnya.

Banyaknya agama di Indonesia, tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik – konflik agama yang tercipta. Agama menjadi suatu hal yang sangat sensitif di negara ini (Indonesia), kita sering lihat di berbagai media massa mengenai konflik – konflik agama, seperti Konflik Poso dan Konflik Maluku.

Meskipun ada beberapa konflik yang terjadi tapi ada juga yang dapat hidup berdampingan antara agama yang satu dengan yang lain. Toleransi beragama adalah salah satu jalan untuk menumbuhkan persaudaraan antar agama, karena kita semua adalah warga Indonesia.

Sebagai contoh, kerukunan beragama di Tanjung Priok, Masjid Al-Muqarrabin yang berlokasi di Jalan Enggano No.52, Tanjung Priok, Jakarta Utara, berdampingan dengan Gereja Protestan Mahanaim. Dan warganya saling menghargai antara satu sama lain, pernahkahh kita mendengar konflik yang terjadi disana yang disebabkan perbedaan agama?

Agama memiliki peranan penting dalam masyarakat, yaitu sebagai pembentuk individu seseorang dan agama dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari – hari dalam berinteraksi dengan yang yang lain. Bahkan seorang Albert Einstein mengatakan “ Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh”. Dapat kita pahami betapa pentingnya agama bagi kita. Dari bangun tidur sampai kita tertidur lagi, semua dijalani dengan pengaruh agama yang kita anut.

Contoh :
Agama Islam, kita diwajibkan sholat 5 waktu dalam sehari, berbuat baik dengan orang lain, bersedekah, patuh kepada orang tua, menjalankan yang diperintahkan Alloh dan menjauhi larangan Alloh.

Terbukti dalam kehidupan keseharian kita dipengaruhi oleh agama yang kita anut dan agama sebagai motivasi serta pedoman hidup dalam menjalankan hidup kita sehari – hari.
Jika dulu wartel menjamur, tapi sekarang masihkah ada? pasti jawabannya nggak ada, jika kita amati perkembangan IPTEK memiliki dampak positif dan juga negatif dan salah satu dampak negatifnya adalah menghilangnya wartel yang pernah menjamur disetiap kota, karena perkembangan yang IPTEK yang cukup cepat sehingga alat komunikasi ini tidak dapat bersaing dengan Hand Phone.

Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan memiliki kaitan struktur yang jelas. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam peranannya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Ilmu pengetahuan digunakan untuk mengetahui “apa” sedangkan teknologi mengetahui “bagaimana”. Bagi siapa saja yang bisa menguasai IPTEK maka ia akan bisa maju dan berkembang di era globalisasi sekarang ini. Dan bagi yang tidak bisa menguasai IPTEK maka akan tertinggal jauh oleh pesatnya perkembangan zaman.

Bila perkembangan zaman terus melaju pesat sedangkan ada masyarakat yang buta dengan IPTEK maka mereka akan tertinggal dan mungkin saja bisa menjadi miskin karena cara lama yang mereka gunakan sudah tidak efektif dan efisien lagi di zaman sekarang ini. Ilmu pengetahuan sebagai suatu badan pengetahuan sedangkan teknologi sebagai seni yang berhubungan dengan proses produksi, berkaitan dalam suatu sistem yang saling berinteraksi.

IPTEK tidak terlepas pula dari kemiskinan dan kemiskinan tidak telepas pula dari kehidupan masyarakat. Kemiskinan dalam bidang ekonomi selalu menjadi kendala di negara-negara berkembang. Sangat sulit negara untuk memberantas kemiskinan. Sebenarnya jika kita semua memanfaatkan IPTEK maka kita semua dapat memberantas kemiskinan yang ada. Tidak akan ada lagi pengamen, pengemis, dan pekerjaan tidak layak lainnya. Kemiskinan terjadi karena rendahnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta pendidikan yang rendah. Semua dapat teratasi dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tak dapat dipungkiri, kita sebagai makhluk sosial tidak takdapat hidup sendiri dan slalu membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dalam memenuhinya kita diwajibkan untuk saling berinteraksi dengan yang lain. Bisa dibayangkan, jika kita hanya hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, dapatkah kita memenuhi seluruh kebutuhan kita? Oohh... tentu tidak ^_^. Ada saatnya kita untuk hidup mandiri dan ada saatnya kita membutuhkan orang lain.

Sering kita melihat di berbagai pemberitaan media massa, tentang pertentangan antar masyarakat. Banyak alasan sebagai pemicu awal pertentangan, entah itu keadaan sosial yang berbeda, profokasi suatu kelompok, dendam yang berkepanjangan dan lain-lain.

Perbeedaan itu wajar timbul dalam masyarakat, karena kita hidup dengan berbagai kebuudayaan yang berbeda, interaksi sosial yang berbeda pula. Maka dari itu dibutuhkan adaptasi dan saling menghargai atas keadaan seperti itu, sehingga sosialisasi merupakan jalan awal pembentukan ide-ide baru dan pembentukan masyarakat yang baik. Agar dapat tercipta masyarakat aman, nyaman dan damai.

Meskipun banyak perbedaan yang terdapat dalam masyarakat, namun persamaan juga banyak terdapat dalam masyarakat sehingga kehidupan dalam masyarak seimbang ada perbedaan dan ada juga persamaan sebagai penengah perbedaan yang tercipta. Dibutuhkan sebuah integrasi sosial atau penyesuaian, kerjasama antar masyarakat untuk menciptakan masyarakat yang utuh agar tidak terjadi konflik dalam masyarakat. 

Seiring perkembangan jaman, pengaruh – pengaruh globalissasi yang masuk juga mempengaruhi ideologi masyarakat, sehingga dibutuhkan keseriusan agar tidak terkendali oleh ideologi – ideologi yang bertentangan dengan keadaan dalam masyarakat dimana ia tinggal.



Masyarakat desa dengan masyarakat kota sangat jauh berbeda dari segi penduduk, lingkungan, kehidupan sosial dan lain-lain. Meskipun berbeda, antara masyarakat kota dan masyarakat desa merupakan satu hubungan yang saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lain. Kenapa?

Bandingkan liburan disebuah pedesaan dengan liburan didaerah perkotaan? Adakah perbedaan antara keduanya?
Jawabannya pasti “YA”.

Dari segi penduduk, dikota lebih padat dibanding didesa. Lingkungan, didesa lebih segar udaranya. Kehidupan sosial, sifat kekeluargaan didesa lebih kental dibanding dikota yang lebih identk dengan individu.

Keterkaitan masyarakat desa  dan masyarakat kota diantaranya dalam hal kebutuhan pangan diperkotaan, masyarakat desa yang menyuplai segala kebutuhan dikota, dengan timbal balik kebutuhan didesa ada yang disupplai dari kota.

Sebagai contoh, beberapa bulan yang lalu ane pergi kesebuah daerah, nama daerahnya lupa. ane sempet tanya-tanya dikit tentang keadaan disana, karena disana cukup jauh dari kota, sekitar 2 jam untuk kekota (maklum masih pegunungan ^_^)

Masyarakat disana merupakan salah satu penyuplai sayur mayur di Jakarta, kehidupan disana bisa dibilang damai tentram, dengan keramahan penduduknya, sifat kekeluargaan meraka yang sangat kental toleransi disana cukup tinggi. Satu hal yang mereka bilang cukup rawan adalah jika pupuk yang disupplai dari kota datang terlambat, hal ini dapat mengurangi penghasilan panen mereka, meskipun ditambah dengan pupuk buatan mereka sendiri.

Masyarakat disana berpendapat meskipun kami tinggal jauh hiruk pikuk kota, tapi kami tidak boleh tertinggal oleh jaman, perubahan jaman sekarang ini cukup cepat, dan kami disinipun terus berpikir bagaimana agar tetap mengikuti perkembangan jaman.

Dapat kita lihat, meskipun  begitu banyak perbedaan antara masyarakat desa dan kota, tapi mereka tetap memiliki ketergantungan antara yang lain dan saling membutuh satu sama lain. 

Seperti halnya di kota, dimasyarakat pedesaan juga terdapat masalah-masalah sosial yang cukup rawan, dapat kita  lihat, diberbagai pemberitaan media massa, bentrokan antar kampung yang dipicu salah paham dan terbawa emosi hasutan hasutan dari yang lain.

Sama saja seperti di kota, tawuran tak pernah ada hentinya, masalah yang satu selesai timbul masalah yang baru.

kesimpulan: masyarakat kota atau masyarakat desa itu sama, tidak ada yang lebih baik dan lebih buruk. sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan slalu membutuhkan oranng lain.  Kita ini satu MASYARAKAT INDONESIA. ^_^
Banyak artikel yang membahas tentang pelapisan sosial dan kesamaan derajat. Dari sekian banyak artikel, kita dapat simpulkan bahwa pelapisan sosial itu perbedaan antara satu mayoritas masyarakat dengan yang lain. Pelapisan ini terjadi karena ada unsur kesengajaan untuk membentuk suatu keadaan sosial yang berbeda secara fungsional dan skalar. Pelapisan ini juga terjadi dengan sendirinya karena keadaan individu yang menduduki satu lapisan tertentu.

Pelapisan sosial ini menunjukan bahwa dalam masyarakat tidak hanya ada satu kelompok masyarakat, tapi banyak kelompok masyarakat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. karena itulah kenapa Indonesia memiliki semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA, karena masyarakat Indonesia yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah yang lain.

Study kasus :
Bali merupakan salah satu daerah yang menerapkan sistem kasta dalam kehidupan, dimana kasta ini yang membedakan antara satu individu dengan yang lain. Sistem kasta ini juga mempengaruhi prosesi adat dan kebudayan, contoh dalam hal pernikahan, kasta sering menjadi pro dan kontra, masyarakat Bali jaman dahulu tidak diperbolehkan menikah dengan kasta yang berbeda, seperti halnya pernikahan berbeda agama. Seiring perkembangan jaman, masih sebagian masyarakat yang menjalankan tradisi semacam ini.

Pelapisan sosial di Bali merupakan satu contoh dari sistem pelapisan masyarakat tertutup karena terikat oleh tradisi. Sedangkan pelapisan masyarakat terbuka, siapa saja bisa menempati jabatan tertentu, jika orang tersebut memiliki kemampuan dibidang tersebut.

Dari pelapisan sosial yang terjadi dalam masyarakat, maka timbullah kesamaan derajat sebagai penengah dari berbagai lapisan sosial. Di Indonesia, kesamaan derajat dituangkan dalam UUD 1945 sebagai Pedoman negara. Banyak pasal-pasal yang mengenai kesamaan derajat, seperti pasal 27, 28, 29 dan 31 yang membahas tentang hak asasi manusia.


Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan. Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.

Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan : “ posisi di dalam masyarakat di puncak struktur struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitnya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.

Di dalam suatu pelapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kehijaksanaan. Mereka itu mungkin para pejabat tugas, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan an lainnya lagi. Para pemuka pendapat (opinion leader) inilah pada umumnya memegang strategi kunci dan memiliki status tersendiri yang akhirnya merupakan elite masyarakatnya.

Ada dua kecenderungan untuk menetukan elite didalam masyarakat yaitu : perama menitik beratakan pada fungsi sosial dan yang kedua, pertimbangan-pertimbangan yang bersifat mral. Kedua kecenderungan ini melahirkan dua macam elite yaitu elite internal dan elite eksternal, elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan keadaan jiwa. Sedangkan elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi berhubungan dengan problem-problema yang memperlihatkan sifat yang keras masyarakat lain atau mas depan yang tak tentu.Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spotnan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd,t etapi yang secara fundamental berbeda dengannyadalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku missal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oeleh beberap peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebgai dibertakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.

Cirri-ciri massa adalah :
1. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tignkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai masa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti peradilan tentang pembunuhan misalnya malalui pers
2. Massa merupakan kelompok yagn anonym, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonym
3. Sedikit interaksi atau bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya


Seperti halnya sebuah keluarga, tanpa ada anggota keluarga tidak dapat dikatakan sebagai keluaga, begitupun dengan negara, tanpa adanya masyarakat yang menetap disebuah wilayah tidak dapat disebut dengan negara.

Jika keluarga hanya dibutuhkan Ayah, Ibu dan anak untuk menjadikan sebuah keluaga yang sempurna, lain hal dengan negara. selain warga/penduduk, negara dikatakan negara yang sempurna jika memiliki wilayah, pemerintah yang mengatur negara baik pembangunan maupun perkembangannya, serta negara itu harus diakui oleh negara-negara lain.

Menurut guru ane waktu SMA, negara dan keluarga itu tidak jauh berbeda, hanya batas wilayah yang membedakan serta aturan-aturan yang tertanam didalamnya. Dan sebuah pertanyaanpun timbul, kenapa negara disamakan dengan keluarga? (ada yang tau jawabannya... ane pun harus searching dulu untuk mendapatkan jawabannya hehehe..  ^_^)
Kembali ke topik, dan jawabanya adalah...

Sistem yang berlaku dikeluarga berlaku dinegara, sebab awal sebuah organisasi terbentuk didalam keluarga, berkembang dalam masyarakat dan menyebar keseluruh wilayah suatu negara. namun, aturan-aturan yang ada dalam keluarga hanya berlaku dalam keluarga itu sendiri. Negara memiliki aturan sendiri untuk mengatur keseluruhan dari negara tersebut, mulai dari pertahanan, organisasi, pembangunan, kebebasan warga negara dan lain-lain untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, yang dihimpun/dikumpulkan dalam hukum.

Hukum sendiri dibentuk untuk mengatur ketertiban, bisa dibayangkan jika negara tanpa hukum bagaimana keadaan negara tersebut? Hancur, berantakan, tak ada yang mengatur. Tapi kesadaran setiap warga masih kurang tentang hukum, banyak yang berpendapat, hukum dibuat untuk dilanggar, bukan dipatuhi. Sebab itulah kenapa hukum itu bersifat memaksa, dipaksakan saja banyak yang melanggar apalagi jika tidak dipaksa, apa kata dunia? Hehe...

Sebagai contoh Indonesia, karena kita tinggal di Indonesia tak perlu jauh-jauh mencari contoh yang jauh, tapi untuk sekedar perbandingan tak apalah ^_^

Indonesia merupakan negara kesatuan dimana hukum yang dibuat berdasarkan dasar negara yaitu Pancasila, UUD 1945.

Bagaimana menurut anda hukum di Indonesia?
(mikir sambil garuk-garuk kepala... jangan lama-lama nanti botak hehehe)

Menurut pengamatan ane hukum di Indonesia belum ditegakkan secara penuh, kenapa? Karena masih ada segelintir orang yang kebal hukum, sudah jelas bersalah tapi masih diringankan hukumanya. Coba bandingkan dengan orang yang mengambil satu buah coklat, itu pun buah yang sudah jatuh, dituntut oleh pemiliknya dan hukumannya ada yang sampai 3 tahun.

Inilah hukum Indonesia, berlaku untuk orang menengah kebawah dan bukan apa-apa untuk orang-orang yang menengah keatas. Ini hanya sebuah pendapat.
Bagaimana pendapat anda?
Masa remaja merupakan masa transisi, dimana seorang individu mencari jati dirinya, kearah mana ia harus melangkah dan mencari dirinya yang seperti apa. Setiap manusia pasti pernah mersakan masa muda, antara yang satu dengan yang lain pasti berbeda-beda dalam menjalani masa mudanya. Ada yang hanya sibuk dengan dirinya sendiri atau aktif mengikuti kegiatan-kegiatan disekitarnya, entah itu kegiatan sosial, kerja bakti dll.

Awalnya ane orang yang sibuk dengan diri sendiri, waktu SMA, pulang sekolah langsung kerumah dan ga pernah keluar rumah, karena ane beranggapan masih banyak yang bisa di lakukan dirumah tanpa harus keluar. Sebab ane orang yang paling males keluar.

Sampai suatu hari ortu bilang kaya gini
"kamu masih muda, banyak hal yang ga kamu dapatkan didalam rumah, coba keluar dan lihat disekeliling kamu. Apa kamu bisa jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, sedangkan kamu sendiri hanya bergulat dengan kesibukan kamu sendiri, kamu butuh banyak pengalaman untuk menjadikan dirimu lebih baik dan itu kamu dapatkan diluar sana, bukan hanya didalam rumah. Bunda heran sama kamu, teman-teman sebaya kamu banyak yang melakukan kegiatan diluar sana, apa kamu ga ada niat untuk ikut dengan kegiatan mereka? coba dipikirkan sejenak, apa saja yang bisa kamu dapatkan diluar sana, Bunda kaya gini, karena bunda juga pernah muda de, bunda sayang sama kamu, bunda cuma ga mau kamu jadi orang yang tergantung dengan orang lain".

Oopss... Jadi curhat, ga apalah, cuma dikit ko. hehehe ^_^

Sempet sebel juga dinasehati kaya gitu, tapi setelah dipikir-pikir ada benernya juga. Mau jadi apa kita, kalau dengan lingkungan sendiri aja ga bisa bersosialisasi. Sejak saat itulah ane merubah sedikit demi sedikit kebiasaan berdiam diri dirumah.

Satu hal yang penting dalam pembentukan kepribadian seorang pemuda adalah pembinaan mental dari keluarga. Peranan keluarga dalam pembentukan kepribadian pemuda sangat dibutuhkan, bagaimana keluarga mengajarkan kepada anggota  keluarganya untuk mampu beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar serta mampu berpikir logis.

Pemuda itu pembawa perubahan kearah yang lebih baik, namun jika kita lihat dengan keadaan para pemuda saat ini, apakah bisa dikatakan sebagai pembawa perubahan yang baik?

Belum lama ini banyak terjadi tawuran antarsiswa, aksi demo mahasiswa yang berujung bentrok dengan aparat dan lain-lain. Apa pemuda yang seperti ini yang yang membawa perubahan?

Pemuda sekarang cukup lemah pada mental, labil dan mudah terpengaruh dengan informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya. (ane juga termasuk disini.. ^_^)

Perkembangan teknologi yang cukup cepat, kemudahan yang kita dapatkan sekarang, sering membuat kita berpikir pendek tentang suatu masalah tanpa ada pendalam lebih lanjut terhadap masalah tersebut.

Pergaulan juga dapat membentuk kepribadian seorang pemuda, awalnya hanya mengikuti teman tapi lama kelamaan terbiasa dan menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Oleh sebab itu kita harus pandai-pandai mencari teman dan bergaul. jangan sampai karena salah memilih teman dan bergaul  masa muda kita rusak karenanya. Apa yang hendak kita ceritakan anak cucu kita nanti jika masa muda kita tidak dijalani dengan kegiatan-kegiatan yang baik?


_____****_____Semoga Bermanfaat____****_____

Individu dapat dikatakan sebagai perseorangan dalam suatu kelompok masyarakat. Dalam satu kurun waktu, individu ini dapat mempengaruhi pertumbuhan suatu penduduk, baik bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk,  keadaan sosial serta kebudayaan dalam suatu masyarakat. Kelahiran, kematian dan perpindahan/migrasi adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk.

Kelompok terkecil dalam masyarakat adalah keluarga, dimana keluarga berperan penting dalam pembentukan seorang individu untuk mampu mandiri, bertanggung jawab dalam masyarakat. Dari keluarga inilah bermula seorang individu dibentuk, mulai dari pendidikannya, hidup beragama, membina sosialisasi terhadap masyarakat dengan norma tingkah laku dan nilai budaya yang baik.

Individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan, karena memiliki keterkaitan yang cukup erat. Tanpa individu, tidak akan terbentuk sebuah keluarga, masyarakat dan juga kebudayaan sebagai sarana pembentukan diri dan pengembangan diri.

Dalam masyrakat juga terdapat banyak masalah-masalah sosial yang terjadi akibat pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan di kota-kota besar, kenakalan-kenakalan remaja yang sekarang sedang marak terjadi, akibat dari globalisasi yang terjadi dan pergualan yang tidak baik, tidak menghiraukan norma-norma sosial.

Salah satu yang cukup serius adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota atau yang sering disebut sebagai urbanisasi. Dikatakan menjadi masalah yang cukup serius dikarenakan persebaran yang tidak merata sehingga dapat menimbulkan permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan, salah satunya peningkatan penduduk kota yang cukup cepat tanpa adanya sarana dan fasilitas yang mendukung.

Banyak faktor yang mempengaruhi perpindahan penduduk, mulai dari banyaknya lapangan pekerjaan, kehidupan yang modern dan kemudahan-kemudahan lain yang dilihat dari kasat mata, sebab tanpa keahlian dan kemampuan, akan sama halnya di tempat asalnya yang menjadi ia akan menjadi pengangguran.

Pembangunan yanng kurang merata merupakan salah satu sebab terjadinya urbanisasi, karena pembangunan infrastruktur hanya terpusat dikota-kota besar, sehingga masyarakat desa akan berpendapat ia akan lebih sukses jika pindah ke kota, dengan sarana infrastruktur yang memadai.
Ilmu Sosial Dasar merupakan pengetahuan untuk mengkaji masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat, serta hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan dalam hal sikap dan tingkah laku terhadap lingkungannya.

Sebagai sebuah MKDU Perguruan Tinggi, ISD dirancang untuk  memberikan pengetahuan dasar serta pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah sosial dan membangun logika berpikir secara meluas serta berbuat secara mandiri.

Secara garis besar, ISD dengan IPS memiliki perbedaan dan persamaan tersendiri. Dimana ISD mempelajari tentang ilmu pengetahuan sosial dasar dan lebih cenderung kepada kemasyarakatan dan IPS mempelajari tentang cara pandang yang bersifat terpadu dari sejumlah mata pelajaran ilmu sosial, namun sama-sama mempelajari ilmu-ilmu yang berhubungan dengan masyarakat dan hampir memiliki ruang lingkup yang sama dalam kemasyarakatan dan merupakan bahan studi untuk program pengajaran, dan keduanaya terdiri dari kenyataan dan masalah sosial.

Secara khusus mata kuliah dasar umum bertujuan untuk menghasilkan warga Negara sarjana yang :
1. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi,
2. Taqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya.
3. memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral didalam menyikapi permasalahan kehidupan baik sosial, politik maupun pertahanan keamanan
4. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta meingkatkan kualitasnya.

Referensi :
Buku
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang saling berkaitan. Karena kebudayaan yang ada sekarang ini merupakan hasil karya dari masyarakat terdahulu yang dilestarikan secara turun temurun dengan norma serta nilai sosial yang dibentuk dari kebiasaan penduduk dari masyarakat itu sendiri.

Kebudayaan itu bersifat abstrak, dalam perwujudannya dapat dilihat dari perilaku, norma, bahasa dan lain-lain. Dalam perkembanngannya, kebudayaan dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan dan cara berfikir seseorang. Hal ini dipengaruhi oleh pertambahan penduduk yang cukup signifikan dan ditambah globalisasi, yang memberikan kebebasan pasar asing di Indonesia. Sehingga tidak dapat dipungkiri pertukaran kebudayaanpun terjadi disini.

Pertambahan penduduk dipengaruhi oleh kelahiran, kematian dan migrasi/perpindahan penduduk. migrasi sebuah penduduk akan mempengaruhi kebudayaan baik yang  dibawa atau kebudayaan tempat yang akan ditempatinya. Sehingga terjadi pertukaran kebudayaan antara satu kebudayaan dengan kebudayaa yang lain, sehingga terbentuk kebudayaan baru.

Selain saling keterkaitan antara ketiga unsur tersebut, terdapat juga permasalahan yang timbul. Masalah-masalah sosial yang terjadi dimasyarakat disebabkan perbedaan antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. 


Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :


1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.