Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Banyak artikel yang membahas tentang pelapisan sosial dan kesamaan derajat. Dari sekian banyak artikel, kita dapat simpulkan bahwa pelapisan sosial itu perbedaan antara satu mayoritas masyarakat dengan yang lain. Pelapisan ini terjadi karena ada unsur kesengajaan untuk membentuk suatu keadaan sosial yang berbeda secara fungsional dan skalar. Pelapisan ini juga terjadi dengan sendirinya karena keadaan individu yang menduduki satu lapisan tertentu.

Pelapisan sosial ini menunjukan bahwa dalam masyarakat tidak hanya ada satu kelompok masyarakat, tapi banyak kelompok masyarakat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. karena itulah kenapa Indonesia memiliki semboyan BHINEKA TUNGGAL IKA, karena masyarakat Indonesia yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah yang lain.

Study kasus :
Bali merupakan salah satu daerah yang menerapkan sistem kasta dalam kehidupan, dimana kasta ini yang membedakan antara satu individu dengan yang lain. Sistem kasta ini juga mempengaruhi prosesi adat dan kebudayan, contoh dalam hal pernikahan, kasta sering menjadi pro dan kontra, masyarakat Bali jaman dahulu tidak diperbolehkan menikah dengan kasta yang berbeda, seperti halnya pernikahan berbeda agama. Seiring perkembangan jaman, masih sebagian masyarakat yang menjalankan tradisi semacam ini.

Pelapisan sosial di Bali merupakan satu contoh dari sistem pelapisan masyarakat tertutup karena terikat oleh tradisi. Sedangkan pelapisan masyarakat terbuka, siapa saja bisa menempati jabatan tertentu, jika orang tersebut memiliki kemampuan dibidang tersebut.

Dari pelapisan sosial yang terjadi dalam masyarakat, maka timbullah kesamaan derajat sebagai penengah dari berbagai lapisan sosial. Di Indonesia, kesamaan derajat dituangkan dalam UUD 1945 sebagai Pedoman negara. Banyak pasal-pasal yang mengenai kesamaan derajat, seperti pasal 27, 28, 29 dan 31 yang membahas tentang hak asasi manusia.


Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan. Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.

Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan : “ posisi di dalam masyarakat di puncak struktur struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitnya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.

Di dalam suatu pelapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kehijaksanaan. Mereka itu mungkin para pejabat tugas, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan an lainnya lagi. Para pemuka pendapat (opinion leader) inilah pada umumnya memegang strategi kunci dan memiliki status tersendiri yang akhirnya merupakan elite masyarakatnya.

Ada dua kecenderungan untuk menetukan elite didalam masyarakat yaitu : perama menitik beratakan pada fungsi sosial dan yang kedua, pertimbangan-pertimbangan yang bersifat mral. Kedua kecenderungan ini melahirkan dua macam elite yaitu elite internal dan elite eksternal, elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan keadaan jiwa. Sedangkan elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi berhubungan dengan problem-problema yang memperlihatkan sifat yang keras masyarakat lain atau mas depan yang tak tentu.Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spotnan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd,t etapi yang secara fundamental berbeda dengannyadalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku missal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oeleh beberap peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebgai dibertakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.

Cirri-ciri massa adalah :
1. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tignkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai masa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti peradilan tentang pembunuhan misalnya malalui pers
2. Massa merupakan kelompok yagn anonym, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonym
3. Sedikit interaksi atau bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya


0 komentar:

Post a Comment