Manusia dan Cinta Kasih

Cinta adalah anugerah yang terindah yang diciptakan Allah untuk hambanya dan setiap manusia tidak bisa terlepas dari yang namanya cinta. Cinta secara bahasa adalah suka sekali atau sayang sekali. Secara istilah cinta adalah rasa kasih sayang yang muncul dari lubuk hati yang terdalam untuk rela berkorban, tanpa mengharapkan imbalan apa pun, dari siapapun kecuali imbalan yang datang dari Alloh.

Menurut Dr. Salito W. Sarwono dalam artikel yang berjudul “SEGITIGA CINTA”, bukan cinta segitiga, dikatakan bahwa cinta yang ideal memiliki 3 unsur:
1. Keterikatan ,”perasaan untuk hanya bersama orang yang dicintai, segala prioritas hanya untuk dia.
2. Keintiman,”adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa tidak ada jarak lagi. Sehingga panggilan formal diganti dengan sekedar nama panggilan.
3. Kemesraan, “rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen apabila jauh atau lama tak bertemu, ucapan-ucapan yang menyatakan sayang.

Cinta adalah ibadah, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama, sebagaimana firman Allah SWT:
“tetapi Allah menjadikan kamu  cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.”(Al-Hujurat:7)
“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Alloh.”(Al-Baqarah:165)
Begitu besar makna cinta dalam agama, bahkan dalam hadits disebutkan “Cintailah saudaramu seperti kamu mencintai dirimu sendiri”.

Timbulnya cinta karena ada kasih sayang, kasih sayang menurut kamus umum bahasa indonesia adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Kasih sayang bersifat universal, bukan hanya terhadap pasangan laki-laki dan perempuan. Kasih sayang ini bersifat alami dan tidak dapat dibuat-buat dalam sisi manapun karena semua itu akan dipertanggung jawabkan kepada orang yang kita beri kasih sayang.

Kunci kasih sayang itu adalah tulus, percaya, tidak menuntut dari segi manapun.
Dalam kasih sayag sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.

Kasih sayang adalah dasar komunikasi dalam keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua, suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.

Suatu kasus yang sering terjadi, yang menyebabkan seseorang menjadi morffinis, keberandalan remaja, frustasi dan sebagainya, dimana semuanya dilatarbelakangi kurangnnya perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarganya.

Dari cinta kasih dan kasih sayang akan tercipta kemesraan, yaitu suatu hubungan yang sangat erat dan kemesraan ini merupakan salah satu penyebab suatu hubungan dapat bertahan lama. Kemesraan merupakan perwujudan dari kasih sayang yang mendalam terhadap orang yang dicintainya.

Sebuah karya dari Jalaludin Rumi, seorang penyair besar sufi yang menggambarkan betapa dahsyatnya cinta,

Melalui cinta semua yang pahit menjadi manis
Melalui cinta semua tembaga akan menjadi emas
Melalui cinta segala ampas menjadi anggur paling murni
Melaluli cinta semua penyakit berubah menjadi obat
Melalui cinta yang mati menjadi hidup
Melalui cinta sang raja kembali menjadi seorang budak

Menurut Erich Fromm (1983:54) dalam bukunya Semi Mencintai mengungkapkan tentang adanya macam-macam cinta, yaitu :
1. Cinta persaudaraan
2. Cinta keibuan
3. Cinta erotis
4. Cinta diri sendiri
5. Cinta terhadap Alloh

Manifestasi cinta manusia kepad Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk ritual merupakan sebuah pemujaan. Hal ini dikarenakan pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.

Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dan cinta. Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya makna kasih mengatakan”jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar dan cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain.”

Selain itu, ada juga yang dinamakan belas kasihan. Welas asih, dimana ini bersifaat murni dari diri sendiri. Cinta dalam belas kasih timbul bukan karena wajah, fisik, harta, melainkan karena penderitaannya. Adapun faktor pendukung munculnya rasa belas kasihan adalah ketika melihat orang yang sedang kesulitan, orang yang terlantar dipinggir jalan, orang yang tertimpa musibah dll.

Setiap manusia memiliki rasa belas kasih terhadap sesama, hanya bagaimana kita bisa memunculkan rasa itu terhadap sesama. Menghilangkan rasa gengsi, dan menanamkan dalam diri bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan memerlukan bantuan orang lain.
  
Sumber :

0 komentar:

Post a Comment