Bayangkan hamparan rumput hijau, persawahan yang menguning, langit yang biru?
Apa yang kita rasakan? Keindahan, kenyamanan, kegembiraan, kesenangan?
Begitulah Tuhan menciptakan dunia dan seisinya dengan penuh keindahan.
Keindahan tanpa perantara sulit untuk dijelaskan bahkan tidak dapat dinikmati. Kenapa?
Keindahan itu abstrak(tidak jelas), kita bisa merasakan keindahan jika keindahan itu dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau sebuah karya.
So.. apa sih keindahan itu?
Asal kata dari keindahan adalah indah, banyak pengertian yang menjelaskan tentang indah:
Ø kamus, indah adalah suatu kualitas yang membuat senang penginderaan dan kegimbaraan batin.
Ø George Santayana mengatakan bahwa, “keindahan (=pengertian yang mengacu pada objek) itu adalah objektivasi rasa senang.”
Ø Sokrates menyatakan bahwa, “keindahan adalah segala sesuatu yang menyenangkan dan memenuhi keinginan terakhir.”
Ø Immanuel Kant mengatakan bahwa, “keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan tanpa pamrih dan tanpa adanya konsep-konsep tertentu
Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian; yakni
a. keindahan dalam arti luas
Keindahan alam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adapt kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.
b. keindahan dalam arti estetis murni
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
c. keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan
Keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.
Nilai estetik.
The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai adalah suatu relaitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya ( instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.
Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atu sebagai sesuatu tujuan, atau demi kepentingan benda itu sendiri.
Sebagai contoh :
Puisi. Bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda ) puisi itu disebut nilai instrinsik. Tarian damarwulan Minakjonggo merupakan nilai ekstrinsik, sedang pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.
Renungan
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain :
1. Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini ialah bahwa
“arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia)
Filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) menyatakan bahwa “Seni adalah pengungkapan pesan-pesan) expression adalah sama dengan intuition, dan intuisi adalah pegnetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentagn hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images).
2. Teori Metafisik
Teori seni yang bercorak metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengungkapkan suatu teori peniruan (imitation teori). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalikan adanya dunia ide pada tarat yang tertinggi sebgai realita Ilahi. Paa taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi.
3. Teori Psikologis
Para ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seni tiu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang wujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Teori lain lagi yaitu teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Dalam teori penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambing atau tanda dari perasaan manusia.
Keserasian
Keserasoian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi yang memiliki arti cocok, kena, sesuai. Ada dua teori yang menjelaskan tentang keserasian ini :
1. Teori Objektif dan Teori Subjektif
The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetika” menjelaskan, bahwa dalam menciptakan seni ada dua teori yakni :
a. Teori Objektif : keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.
b. Teori Subjektif : ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda.
2. Teori Perimbangan
Teori perimbangan keindahan dari bangsa Yunani Kuno dipahami dalam arti yang terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan denagn angka-angka. Teori ini berlaku dari abad ke-5 SM sampai abad ke-17 M selama 22 abad. Toeri ini runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka keindahan hanyalah kesan yang subjektif sifatnya.
Kesimpulan :
Keindahan adalah hasil pikir dan rasa orang yang mengamati. Setiap orang memiliki sudut pandang dan cara berpikir yang berbeda tentang suatu keindahan. Sehingga keindahan itu memiliki arti yang luas tergantung siapa yang menyatakan keindahan itu dalam lingkup yang berbeda.
Sumber :
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-keindahan
http://kiossahabatbaru.blogspot.com/2012/06/keindahan-menurut-pandangan-umum
http://wahyuprakosa.staff.gunadarma.ac.id
0 komentar:
Post a Comment