BAB 1
PENDAHULUAN
Organisasi menjadi
suatu hal yang sangat dibutuhkan di era globalisasi seperti saat ini, dimana
organisasi digunakan sebagai sarana pencapai tujuan-tujuan yang menjadi
cita-cita organisasi yang dibentuk. Telah banyak organisasi yang dikembang saat
ini dengan tujuannya masing-masing, dengan berbagai macam bentuk organisasi
baik bersifat kemasyarakata ataupun organisasi politik. Dapat kita perhatikan
berbagai macam bentuk organisasi yang ada di Indonesia, system pemerintahan
Indonesia apat dikatakan sebgai sebuah organisasi sebab pemerintahan merupakan
sekelompok manusia yang saling bekerja sama unutk membangun Indonesia menjadi
lebih maju. Adanya tujuan ini yang menyebabkan pemerintahan dapat dikatakan
sebagai organisasi. Organisasi juga memiliki tipe dan bentuk masing-masing
sesuai awal terbentuknya organisasi.
BAB 2
PEMBAHASAN
1.
Tipe
dan bentuk organisasi
Berbagai macam bentuk
organisasi yang terdapat di dunia dapat diketahui tipe dan bentuk yang hendak
dijalankann dari sebuah organisasi. Ada 3 type organisasi yang dapat dipahami :
1. Bentuk piramida (flat)
Organisasi
dengan bentuk piramida ini memiliki ciri-ciri :
a. Jumlah
satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hararki kewenangan sedikit.
b. Jumlah
pekerja(bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
c. Format
jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil,di
negara
kita bisa kita lihat misal nya organisasi kemiliteran.
2. Piramida Terbalik.
Organisasi piramida terbalik adalah kebalikan dari tipe piramida terbalik adalah jumlah jabatan
Organisasi piramida terbalik adalah kebalikan dari tipe piramida terbalik adalah jumlah jabatan
pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi
ini hanya cocok untuk organisasi-organisasi
y yang pengangkatan pegawainya
berdasarkan atas jabatan fungsional seperti organisasi-organisasi/
lembaga-lembaga penelitian, lembaga-lembaga pendidikan.
3.
Type Kerucut
Type
organisasi kerucut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a. Jumlah
satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
b. Rentang
kendali sempit.
c. Pelimpahan
wewenang dan tanggung jawab kepada penjabat/pimpinan yang bawah/rendah
d. Jarak
antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh
e. Jumlah
informasi jabatan cukup besar.
Dalam berorganisasi
tentu memiliki bentuk-bentuk organisasi, berikut bentuk organisasi :
1. Bentuk organisasi staff |(line and staff
org)
Kelancaran
tugas seorang pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff ini berperan
membri masukan,
bantuan pikiran saran-saran dan data informasi yang dibutuhkan.
Bentuk
organisasi staff ini memilki ciri-ciri :
·
Hubungan atasan dan bawahan tidak
bersifat langsung
·
Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu
staff
·
Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini
dan staff
·
Jumlah karyawan banyak
·
Organisasi besar, bersifat komplek
·
Adanya spesialisasi
2 2. Bentuk organisasi lini
Organisasi
lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical
antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan
jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain
masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini
sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai
dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.
Teori ini diciptakan oleh Henry Fayol.
Bentuk
organisasi lini memiliki ciri-ciri :
·
Hubungan antara atasan dan bawahan masih
bersifat langsung dengan satu garis wewenang
·
Jumlah karyawan sedikit
·
Pemilik modal merupakan pemimpin
tertinggi
·
Belum terdapat spesialisasi
·
Masing-masing kepala unit mempunyai
wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
·
Struktur organisasi sederhana dan stabil
·
Organisasi tipe garis biasanya
organisasi kecil
·
Disiplin mudah dipelihara
(dipertahankan)
3. Organisasi Fungsional (FUNCTIONAL ORG)
Diciptakan
oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam
pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang
menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.
Memiliki
ciri-ciri:
·
Pembidangan tugas secara tegas dan jelas
dapat dibedakan
·
Bawahan akan menerima perintah dari
beberapa atasan
·
Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
·
Target-target jelas dan pasti
·
Pengawasan ketat
·
Penempatan jabatan berdasarkan
spesialisasi
4. Organisasi Lini & Fungsional (LINE
& FUNCTIONAL ORG)
Suatu
bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada
perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya
pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional
yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan
kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.
Memiliki
ciri-ciri:
·
Tidak tampak adanya perbedaan
tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
·
Terdapat spesialisasi yang maksimal
·
Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan
dalam pemabagian kerja
5. Organisasi Lini, Fungsional dan Staff (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORG)
Organisasi
ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan
fungsional.
Memiliki
ciri-ciri:
1.
Organisasi besar dan kadang sangat ruwet
2.
Jumlah karyawan banyak.
3.
Mempunyai 3 unsur karyawan pokok:
o Karyawan
dengan tugas pokok (line personal)
o Karyawan
dengan tugas bantuan (staff personal)
o Karyawan
dengan tugas operasional fungsional (functional group)
2. Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi,
dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal. Ada enam elemen kunci yang perlu diperhatikan oleh
para manajer ketika hendak mendesain struktur antara lain:
- Spesialisasi pekerjaan. Sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-bagi ke dalam beberapa pekerjaan tersendiri.
- Departementalisasi. Dasar yang dipakai untuk mengelompokkan pekerjaan secara bersama-sama. Departementalisasi dapat berupa proses, produk, geografi , dan pelanggan.
- Rantai komando. Garis wewenang yang tanpa putus yang membentang dari puncak organisasi ke eselon paling bawah dan menjelaskan siapa bertanggung jawab kepada siapa.
- Rentang kendali. Jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seorang manajer secara efisien dan efektif.
- Sentralisasi dan Desentralisasi. Sentralisasi mengacu pada sejauh mana tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di dalam organisasi. Desentralisasi adalah lawan dari sentralisasi.
- Formalisasi. Sejauh mana pekerjaan-pekerjaan di dalam organisasi dibakukan.
Desain organisasi yang umum
ada dalam masyarakat :
Struktur sederhana
struktur sederhana adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan
kadar departementalisasi yang rendah, rentang kendali yang luas, wewenang yang
terpusat pada seseorang saja, dan sedikit formalisasi.Struktur sederhana paling
banyak dipraktikkan dalam usaha-usaha kecil di mana manajer dan pemilik adalah
orang yang satu dan sama.
Birokrasi
birokrasi adalah sebuah struktur dengan tugas-tugas operasi
yang sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang
sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam berbagai departemen
fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali yang sempit, dan pengambilan
keputusan yang mengikuti rantai komando.
Struktur matriks
struktur matriks adalah sebuah struktur yang menciptakan garis
wewenang ganda dan menggabungkan departementalisasi fungsional dan
produk.Struktur matriks dapat ditemukan di agen-agen periklanan, perusahaan
pesawat terbang, laboratorium penelitian dan pengembangan, perusahaan
konstruksi, rumah sakit, lembaga-lembaga pemerintah, universitas, perusahaan
konsultan manajemen, dan perusahaan hiburan.
Struktur tim
Struktur tim adalah pemanfaatan tim sebagai perangkat sentral
untuk mengoordinasikan kegiatan-kegiatan kerja.Karakteristik utama struktur tim
adalah bahwa struktr ini meniadakan kendala-kendala departemental dan
mendesentralisasi pengambilan keputusan ke tingkat tim kerja. Struktur tim
juga mendorong karyawan untuk menjadi generalis sekaligus spesialis.
Organisasi virtual
Organisasi virtual adalah organisasi inti kecil yang
menyubkontrakkan fungsi-fungsi utama bisnis secara detail.Organisasi Nirbatas
adalah sebuah organisasi yang berusaha menghapuskan rantai komando, memiliki
rentang kendali tak terbatas, dan mengganti departemen dengan tim yang
diberdayakan.
Faktor penentu struktur organisasi
Sebagian organisais
terstruktur pada garis yang lebih mekanistis sedangkan sebagian yang lain
mengikuti karakteristik organik. Berikut adalah faktor-faktor utama yang
diidentifikasi menjadi penyebab atau penentu struktur suatu organisasi:
Strategi
Struktur
organisasi adalah salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk mencapai
sasarannya.Karena sasaran diturunkan dari strategi organisasi secara
keseluruhan, logis kalau strategi dan struktur harus terkait
erat. tepatnya, struktur harus mengikuti strategi .jika manajemen
melakukan perubahan signifikan dalam strategi organisasinya, struktur pun perlu
dimodifikasi untuk menampung dan mendukung perubahan ini.Sebagian besar
kerangka strategi dewasa ini terfokus pada tiga dimensi -inovasi, minimalisasi
biaya, dan imitasi- dan pada desain struktur yang berfungsi dengan baik untuk
masing-masing dimensi.
Strategi
inovasi adalah strategi yang menekankan diperkenalkannya produk dan jasa baru
yang menjadi andalan.Strategi minimalisasi biaya adalah strategi yang
menekankan pengendalian biaya secara ketat, menghindari pengeluaran untuk
inovasi dan pemasaran yang tidak perlu, dan pemotongan harga.Strategi imitasi
adalah strategi yang mencoba masuk ke produk-produk atau pasar-pasar baru hanya
setelah viabilitas terbukti.
Ukuran organisasi
Terdapat
banyak bukti yang mendukung ide bahwa ukuran sebuah organisasi secara
signifikan memengaruhi strukturnya.Sebagai contoh, organisasi-organisasi besar
yang mempekerjakan 2.000 orang atau lebih cenderung memiliki banyak
spesialisasi, departementalisasi, tingkatan vertikal, serta aturan dan
ketentuan daripada organisasi kecil.Namun, hubungan itu tidak bersifat
linier.Alih-alih, ukuran memengaruhi struktur dengan kadar yang semakin
menurun. Dampak ukuran menjadi kurang penting saat organisasi meluas.
Teknologi
Istilah
teknologi mengacu pada cara sebuah organisasi mengubah input menjadi
output.Setiap organisasi paling tidak memiliki satu teknologi untuk mengubah
sumber daya finansial, SDM, dan sumber daya fisik menjadi produk atau jasa.
Lingkungan
lingkungan
sebuah organisasi terbentuk dari lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan di luar
organisasi yang berpotensi memengaruhi kinerja organisasi.Kekuatan-kekuatan ini
biasanya meliputi pemasok, pelanggan, pesaing, badan peraturan pemerintah,
kelompok-kelompok tekanan publik, dan sebagainya.
BAB
3
ANALISA
Pengetahuan
tipe dan bentuk organisasi sangat dibutuhkan untuk penentuan tujuan organisasi
itu sendiri. Organisasi yang baik memiliki struktur organisasi yang baik baik pula
dalam menjalankan kegiatannya. Struktur ini yang memberikan arah, membagi
kelompok-kelompok secara tepat sesuai kemampuan yang dimiliki setiap
masing-individu untuk menjalakan organisasi. Perkembangan suatu organisasi
dipengaruhi oleh beberapa factor, salah satunya factor lingkungan. Dimana
lingkungan sangat berpengaruh dalam pelaksaan kegiatan organisasi dan kinerja
suatu orgganisasi.
BAB
4
REFERENSI
0 komentar:
Post a Comment